MENGGUGAT MODEL EVALUASI KOGNITIF DALAM PAI SEBAGAI PENGHAMBAT PENDEWASAAN IMAN

Authors

  • Nasrullah Nasrullah Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Ummul Ayman Pidie Jaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.65802/an-nur.v1i2.67

Keywords:

cognitive evaluation, Islamic Religious Education, faith, spiritual assessment

Abstract

Assessment in Islamic Religious Education (PAI) has long been dominated by a cognitive-oriented approach, focusing on material mastery, memorization, and formal accuracy. Such evaluation models have drawn criticism for their failure to reflect the depth of students’ faith and piety. This study aims to evaluate the impact of cognitive-dominated assessments on students' faith development and to propose a more holistic approach. Using a descriptive qualitative method, the research was conducted in several junior high schools in Banda Aceh. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis of assessment instruments. The findings reveal that cognitively focused evaluations tend to neglect students’ affective and spiritual dimensions. This results in shallow, ritualistic faith with minimal moral reflection. The study underscores the need for a transformative evaluation model in PAI that integrates spiritual reflection, religious experiences, and moral awareness. The implications highlight the urgency of designing religious assessments that genuinely shape students’ religious character in the current context of moral complexity.

References

Arifin, Z. (2019). Evaluasi Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Azra, A. (2019). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta: Kencana.

Fadhilah, S. (2022). Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Islam Berbasis Spiritualitas. Tafaqquh: Jurnal Kajian Keislaman, 6(1), 49–62. https://doi.org/10.24042/tafaqquh.v6i1.9231

Fitriani, H. (2024). Evaluasi Pembelajaran PAI Berbasis Proyek untuk Penguatan Karakter. Jurnal Pendidikan Islam Integratif, 6(1), 45–60. https://doi.org/10.24252/jpii.v6i1.2024

Haidar, A. (2020). Pendidikan Islam dan Tantangan Zaman: Reorientasi Kurikulum dan Evaluasi. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 17(2), 134–147.

Harun, H. (2021). Humanisasi Pendidikan Islam dalam Era Disorientasi Moral. Jurnal Pendidikan Islam, 13(2), 132–147. https://doi.org/10.24042/jpi.v13i2.7415

Hasanah, L. (2022). Evaluasi Afektif dalam Pendidikan Islam: Menjawab Tantangan Generasi Z. Jurnal Edukasi Islam, 14(2), 233–250. https://doi.org/10.21093/jei.v14i2.433

Hasbullah. (2021). Evaluasi Pendidikan Agama Islam dalam Perspektif Holistik. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 13(1), 25–40. https://doi.org/10.24042/ajpai.v13i1.6712

Hidayat, S. (2022). Internalization of Islamic Values through Reflective Evaluation in Religious Education. Tarbiyah Al-Awlad, 10(2), 112–126. https://doi.org/10.24042/ta.v10i2.9021

Kurniawan, R. (2023). Model Evaluasi Reflektif dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(2), 180–195. https://doi.org/10.19105/tadrib.v8i2.7892

Kusnadi, A. (2022). Redefinisi Evaluasi Afektif dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Edukasi: Jurnal Pendidikan Islam, 17(2), 122–135. https://doi.org/10.24042/ee.v17i2.9871

Marzuki, A. (2023). Problematisasi Penilaian Kognitif dalam PAI dan Solusi Evaluasi Berbasis Nilai. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(1), 55–69. https://doi.org/10.24042/jpai.v18i1.11224

Muhaimin. (2022). Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Nata, A. (2021). Pendidikan Islam di Tengah Perubahan Sosial Budaya. Jakarta: Prenadamedia Group.

Rahman, M. (2021). Pendidikan Islam sebagai Proses Transformasi Spiritual. Al-Muaddib: Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 25–38. https://doi.org/10.20414/almuaddib.v6i1.3932

Rahmawati, E. (2020). Pendidikan Agama Islam dan Krisis Religiusitas Remaja: Kritik terhadap Sistem Evaluasi. Edukasi Islam, 16(2), 131–144. https://doi.org/10.24042/ee.v16i2.7853

Sagala, S. (2021). Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Salim, F. (2023). Designing Authentic Assessment for Religious Character Building. Jurnal Pendidikan Islam, 15(1), 65–79. https://doi.org/10.24042/jpi.v15i1.11114

Saputra, F. (2020). Pendekatan Maqashid Syariah dalam Pendidikan Islam Kontemporer. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 3(2), 123–140. https://doi.org/10.24256/jipi.v3i2.1083

Shihab, M. Q. (2020). Pendidikan Islam Sebagai Transformasi Jiwa: Pendekatan Tasawuf dalam Pembelajaran. At-Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 21–35. https://doi.org/10.24042/atjpi.v8i1.6021

Sulaiman, R. (2023). Spiritualitas dan Evaluasi Pendidikan Islam: Integrasi antara Nilai dan Metode. Jurnal Tarbiyatuna Kamilah, 10(1), 78–93. https://doi.org/10.24042/jtk.v10i1.10414

Sutrisno, M. (2022). Problematika Evaluasi dalam Pendidikan Agama Islam. Jurnal Al-Tadzkiyyah, 13(1), 44–58.

Syafii, M. (2020). Penguatan Nilai-Nilai Iman Melalui Evaluasi Reflektif: Studi Perspektif Kurikulum PAI. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 15(2), 78–92. https://doi.org/10.24042/ajpai.v15i2.8354

Syauky, A., Jannah, M., Zulfatmi, Z., & Zubaidah, Z. (2025). PENGARUH GAYA BELAJAR VISUAL AUDITORIAL KINESTETIK TERHADAP PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MAN 2 DAN SD NEGERI 53 BANDA ACEH. Satya Widya, 41(1), 89-103.

Wahid, A. (2023). Model Evaluasi Holistik dalam Pendidikan Islam: Sebuah Tawaran Transformasional. Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 10(1), 1–15.

Yunita, N. (2021). Relasi antara Evaluasi Kognitif dan Perilaku Keagamaan Siswa. Al-Jami’ah: Jurnal Pendidikan Islam, 14(1), 45–58. https://doi.org/10.24042/ajpi.v14i1.7122

Yus, S., & Ariani, S. (2025). KOMPETENSI SOSIAL GURU DALAM PERSPEKTIF HADITS. IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman, 9(2), 207-220.

Zubaedi. (2020). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2025-08-17

How to Cite

Nasrullah, N. (2025). MENGGUGAT MODEL EVALUASI KOGNITIF DALAM PAI SEBAGAI PENGHAMBAT PENDEWASAAN IMAN. AN-NUR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 1(2), 443–459. https://doi.org/10.65802/an-nur.v1i2.67