Membaca Ulang Hadis Ahkam melalui Lensa Kritik Matan Kontemporer: Analisis terhadap Hadis-Hadis tentang Kepemimpinan Perempuan

Authors

  • Cut Dewi Rahma Uiniversitas Islam Al-Aziziyah Indonesia
  • Nurmila Nurmila UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Keywords:

Kritik Matan, Hadits Ahkam, Kepemimpinan Perempuan

Abstract

Hadis-hadis tentang kepemimpinan perempuan, khususnya yang berbunyi "lan yufliḥa qawmun wallau amrahum imra'ah" (tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusannya kepada perempuan), telah menjadi sumber debat hukum dan sosial yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas dan konteks historis hadis tersebut dengan menerapkan metodologi kritik matan (isi) hadis secara kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis teks kritis. Data primer bersumber dari kitab-kitab hadis induk, seperti Shahih al-Bukhari, serta komentar ulama klasik dan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi sanad, hadis ini termasuk kategori sahih. Namun, analisis kritik matan kontemporer yang mempertimbangkan aspek historis, sosiologis, dan maqāṣid al-sharīʿah mengungkap bahwa hadis ini memiliki karakteristik khabar al-wāḥid (laporan tunggal) yang bersifat partikular (juz'i), bukan universal (kulli). Konteks spesifiknya adalah komentar Nabi Muhammad SAW. terhadap kisah kerajaan Persia kuno yang diperintah oleh seorang perempuan. Dengan demikian, kesimpulan penelitian adalah bahwa hadis ini tidak dapat digeneralisasi sebagai larangan mutlak kepemimpinan perempuan dalam semua bidang dan zaman. Larangan bersifat kondisional, sangat terkait dengan konteks masyarakat yang patriarkal dan tidak siap, bukan sebuah ketetapan esensial tentang ketidakmampuan perempuan. Artikel ini merekomendasikan perlunya pendekatan yang holistik dan kontekstual dalam memahami hadis-hadis ahkam, dengan mempertimbangkan semangat maqāṣid al-sharīʿah, yaitu keadilan dan kemaslahatan umat.

References

Al-Bukhari, M. ibn I. (2002). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Beirut: Dār Ibn Kathīr.

Al-Syatibi, I. I. M. (1997). Al-Muwāfaqāt fī Uṣūl al-Sharī'ah. Beirut: Dār al-Ma‘rifah.

Azami, M. M. (2002). Studies in Hadith Methodology and Literature. Indianapolis: American Trust Publications.

Engineer, A. A. (2008). The Rights of Women in Islam. New Delhi: New Dawn Press.

Kamali, M. H. (2005). A Textbook of Hadith Studies: Authenticity, Compilation, Classification and Criticism of Hadith. Leicester: Islamic Foundation.

Mernissi, F. (1991). The Veil and the Male Elite: A Feminist Interpretation of Women's Rights in Islam (M. J. Lakeland, Penerj.). New York: Basic Books.

Downloads

Published

2025-10-20

How to Cite

Rahma, C. D., & Nurmila, N. (2025). Membaca Ulang Hadis Ahkam melalui Lensa Kritik Matan Kontemporer: Analisis terhadap Hadis-Hadis tentang Kepemimpinan Perempuan. Jalalain: Journal of Qur’an and Hadith, 1(1), 29–35. Retrieved from https://journal.an-nur.org/index.php/jalalain/article/view/82